CONGREGATIONAL RENEWAL PROGRAM UNDERWAY
Hari ini tanggal 31 Mei, kita berdoa dengan penuh syukur atas dua Kongregasi Suster-suster Notre Dame yang dari mereka kita berbagi kharisma St. Yulia Billiart, yaitu pengalaman mendalam akan kebaikan Allah: “Ah, qu’il est bon, le bon Dieu!” Pada waktu itu Uskup Münster, yang pada saat perpisahan para Suster Notre Dame Coesfeld dari para Suster Notre Dame Amersfoort, mengusulkan agar sebagai tanda persatuan yang tidak akan berakhir, pada hari yang ditentukan, semua suster memberi komuni satu sama lain. Mère Marie Joseph memilih tanggal 31 Mei karena pada hari itu para suster pertama dari Amersfoort berangkat ke Coesfeld. Sekarag tertulis dalam Konstitusi bahwa “ doa untuk Suster-suster Notre Dame Amersfoort dan Namur pada tanggal 31 Mei” adalah salah satu “devosi-devosi doa tradisional kita” (bdk. Konst. Dir. 45.2). Betapa indahnya hari ini bahwa di seluruh belahan dunia kita saling mengingat satu sama lain bertepatan dengan pesta Visitasi Perawan Maria yang terberkati! Di sini anda dapat membaca surat Suster Mary Kristin yang yang ditulis untuk para suster di Namur dan Amersfoort atas nama kita semua. Foto ini menunjukkan kepemimpinan umum dari tiga kongregasi SND dalam pertemuan mereka tahun 2012.
Berita terbaru di halaman ini….
Kunjungan ke Siena
Pada hari Sabtu tanggal 11 Mei, komunitas Rumah Induk mengadakan perjalanan ke Siena, tempat St. Katarina, salah satu wanita pujangga Gereja dan pelindung Italia dan Eropa yang lahir tahun 1347. Kami dapat mengunjungi rumah tempat beliau tinggal juga sejumlah tempat di kota ini. Bersama-sama kami menuju ke Gereja San Domenico, tempat kepala St. Katarina dan ibu jarinya dapat dilihat, serta Duomo, yang terkenal dengan desain khas Italianya yaitu dengan lapisan garis berseling marmer putih dan hitam secara keseluruhan serta mosaik pada bagian luar bangunannya juga dekorasi yang mewah di bagian dalam. Lapisan lantai marmer juga penuh hiasan dan cukup unik, menutupi seluruh lantai katedral.
Beberapa suster bertekad menaiki ratusan anak tangga di salah satu dari tiga menara yang ada di Siena, dimana dari tempat tersebut mereka melihat panorama seluruh kota dan sekitarnya, yang cukup luar biasa karena cuacanya hangat dengan langit yang bersih.
Hal lain yang menarik yaitu Piazza del Campo, sebuah lapangan terbuka di tengah kota tempat acara pacuan kuda tahunan yang disebut “Palio” berlangsung pada tanggal 2 Juli dan 16 Agustus. Dengan mengenakan busana tradisional dan membawa lambang mereka, penduduk dari 17 wilayah di kota ini berpartisipasi dalam parade, dan sesudah itu 10 di antara mereka diwakili oleh kuda dan penunggangnya ikut dalam pacuan yang menjadi puncak acara hari itu. Kebanyakan dari kami telah menonton parade dan pacuan kuda itu melalui TV, dan sekarang kami membayangkan dengan lebih jelas Lapangan tempat pacuan itu berlangsung.
Untuk kebanyakan dari kami mengakhiri hari di sana dengan es krim Italia yang lezat, dan kami kembali ke Roma dengan kenangan indah akan salah satu harta berharga abad pertengahan dari Italia.
Sebelas pemudi memulai Program Pembinaan Internasional di Filipina
Pada tanggal 8 April 2013, sebelas pemudi yang berkeinginan untuk bersama bergabung dalam jalan hidup sebagai Suster-suster Notre Dame memulai program baru pembinaan di Kota Iloilo, Filipina. Didampingi oleh pemimpin mereka, tiga pemudi dari Indonesia, satu dari Papua Nugini, empat dari Korea Selatan, dan tiga dari Vietnam tiba di komunitas mereka yang baru, tempat mereka akan tinggal selama tahun kedua masa postulan mereka. Mereka masing-masing telah tinggal bersama Suster-suster Notre Dame di negaranya masing-masing selama tahun pertama masa postulan mereka, yang secara bertahap diperkenalkan kepada hidup religius. Di Iloilo, untuk enam bulan pertama yang terutama akan digunakan untuk studi intensif bahasa Inggris, diikuti Sejarah Dunia, Sejarah Gereja, Sejarah Kongregasi dan dasar-dasar katekese juga persiapan untuk memasuki novisiat.
Sesudah tiba, rintangan pertama dalam komunikasi dalam bahasa asing secara cepat diatasi dengan kasih dan tawa yang sungguh dialami dan diusahakan setiap pribadi. Suster Marie Susanna dan Suster Maria Yoanita, dan para suster yang bertanggungjawab dalam program pembinaan, telah bekerja keras menyiapkan rumah pembinaan itu. Para postulan akan berbagi ruang tidur untuk tiga orang dan bergantian memasak untuk kelompok ini.
Ibadat khusus menandai pembukaan resmi pembinaan ini dibuat dalam nuansa keinternasionalan, dengan memohon bimbingan Roh Kudus dan kidung Maria dalam berbagai bahasa. Semoga setiap postulan mengalami damai dan kegembiraan dengan memperdalam relasi mereka dengan Yesus Kristus.
Anggota baru di Komunitas rumah induk
Pada tanggal 26 Maret 2013, para suster di Casa Madre menyambut Suster Marie So-Wha Kwak dari Korea Selatan di tengah-tengah mereka. Sebagaimana Suster Mary Kristin telah menulis dalam suratnya tanggal 19 Maret 2013, Suster Marie So-Wha akan mengambil alih tanggungjawab sebagai webmaster atau pengelola website snd1.org kita, yang akan diluncurkan secara resmi di musim semi ini. Suster sudah mulai bekerja bersama Suster Mary Jaculin, yang akan kembali ke Toledo bulan Mei ini. Baru-baru ini Suster Marie So-Wha bertugas sebagai sekretaris provinsi di provinsi Incheon, Korea Selatan, dan menjadi penerjemah di kapitel umum yang lalu serta dalam berbagai pertemuan internasional. Selamat datang di Roma dan di Casa Madre, Suster Marie So-Wha yang terkasih!
Terimakasih atas doa-doanya!
Sebagian besar suster SND pasti mengenal Suster Mary Shobana, salah satu misionaris India di Tanzania, Afrika, diserang oleh tiga orang bersenjata dalam perjalanan pulang dari bank pada hari Sabtu, 16 Maret. Mereka menembaknya di bagian lengan kiri dan kaki. Tiga butir peluru telah diambil dari tubuhnya ini pada hari Sabtu. Pada hari Minggu malam, Suster Mary Sreeja, asisten umum dari India, berangkat menuju Tanzania untuk mendukung para suster di sana di saat-saat berat ini, Beliau tiba di sana pada hari Senin sekitar pukul 1 siang dan segera berangkat ke Rumah Sakit untuk menjenguk Suster M. Shobana. Lengan kanan atas Suster M. Shobana terdapat luka akibat satu peluru. Untunglah bahwa peluru itu hanya melintas lengannya tanpa menghancurkan tulangnya. Bagian ini akan sembuh. Kaki kiri bagian bawah lutut mengalami dua tembakan yang meretakkan kakinya serta meninggalkan luka akibat peluru tersebut. Untuk bagian ini beliau membutuhkan operasi. Pagi ini, hari Selasa, Suster Satya dan Suster Sreeja bersama seorang asisten medis professional dapat menemani Sr. M. Shobana dalam penerbangan bersama dari Arusha ke Nairobi, Kenya. Sesudah menjalani CT scan di Rumah Sakit Universitas Agha Khan di Nairobi dan beberapa tes medis, tidak ditemukan infeksi dan pembekeuan darah. Maka diputuskan untuk melakukan operasi besok Rabu jam 9 pagi. Suster Mary Shobana dan seluruh suster di Tanzania dan Kenya sungguh terharu dengan segala perhatian dan keprihatinan yang diberikan oleh para sahabat, rekan kerja, Semua Suster Notre Dame di seluruh dunia dan lain-lain. Mereka mengucapkan terimakasih atas perhatiannya dan mohon untuk terus mendoakan.
20 Maret: Operasi Suster M. Shobana ditunda karena para dokter menemukan beberapa hal medis yang perlu ditangani terlebih dahulu. Kami akan terus memberi informasi mengenai perkembangan situasi ini.
Tanggal 23 Maret 2013: Kami menerima berita bahwa Suster Mary Shobana bisa menjalani operasi pada kakinya hari Jumat kemarin. Segalanya berjalan lancar dan kita terus mempercayakan suster kita ini kepada kekuatan penyembuhan dari Allah.
Pelatihan bagi para pembina
Sebagaimana Suster Mary Kristin telah menulis dalam surat tertanggal 15 Januari 2013, ada dua suster yang akan bertanggungjawab di tempat pembinaan yang baru di Iloilo, Filipina, yaitu Suster Marie Susanna (Incheon) dan Suster Maria Yoanita (Pekalongan) yang datang ke Roma untuk menjalani pelatihan. Suster Maria Klaudia (Pekalongan), pemimpin komunitas di Iloilo, juga ikut bersama mereka. Suster Maria Alcidia, asisten umum yang bertanggungjawab untuk pembinaan, mengkoordinasi kegiatan ini. Mereka telah menjalani sesi interaktif dengan Suster Mary Patricia Dorobek, koordinator untuk Keadilan, Damai dan Keutuhan Ciptaan, dan mereka mendapat banyak masukan mengenai hal-hal yang penting dalam program pembinaan untuk para postulan.
Pada tanggal 16 dan 17 Februari, Suster Mary Kristin memberi pelatihan kepemimpinan kepada mereka dan juga kelompok para suster di Rumah induk yang berusia di bawah 60 tahun. Para suster sangat senang mempelajari berbagai gaya kepemimpinan, dialog kontemplatif, perbedaan budaya dan berbagai topik lainnya, ada waktu sharing dan mempraktekkan pelatihan ini penuh semangat.
Hingga tanggal 16 Maret, kedua suster pembina ini bersama Suster Maria Klaudia akan mengadakan pertemuan dengan anggota kepemimpinan umum dan administrasi, yang akan memberikan masukan beberapa hal penting berkaitan dengan masa pembinaan.
Pemberkatan Wisma Hana
Setelah melewati perencanaan dan kerja yang panjang Wisma Hana, yang akan menjadi rumah bagi para Suster lansia selesai dikerjakan. Pemberkatan rumah baru ini dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2013. Misa Kudus dipersembahkan oleh Romo Sheko pada pukul 5 sore, di halaman depan Wisma Hana. Suster Mary Robertin, Pemimpin Provinsi Bunda Penasehat yang Baik, menyediakan Wisma Hana sebagai kediaman para Suster lansia, dengan harapan agar para Suster dapat menghidupi semangat Nabi Hana, yang sepanjang hidupnya tinggal di Bait Allah, berdoa dan menantikan datangnya Penyelamat. Dalam kotbahnya Romo Sheko juga mengungkapkan harapan agar para suster dapat menikmati tinggal di Wisma Hana dengan sukacita. Beliau juga mengatakan bahwa para suster memiliki semangat yang sama, walaupun mereka tidak pernah memilih atau meminta dengan siapa mereka akan tinggal bersama. Para suster dapat melihat kebersamaan disini sebagai pemberian dari Tuhan sebagaimana Tuhan telah memilih mereka dan menempatkan mereka dalam komunitas ini. Sesudah homili, Romo berjalan keliling untuk memberkati rumah, sementara para suster berdoa Rosario Sesudah misa, Romo memberkati “tumpeng” dan sesudahnya Suster Maria Robertin memotong tumpeng itu dan memberikan kepada panitia yang membantu kita dalam membangun Wisma Hana sebagai tanda “Terima Kasih” *. Sesudah perayaan, dilanjutkan dengan makan malam sederhana. Acara ini hanya dihadiri oleh para Suster, aspiran, dan Panitia Pembangunan. Walaupun acara makan malam ini sangat sederhana namun semua sungguh menikmati hidangan yang disediakan. Inilah beberapa dari para Suster yang akan menghuni Wisma Hana. Kita dapat melihat berbagai ekspresi di wajah mereka. Foto diambil selama misa dan pada saat makan malam. Kita dapat melihat wajah mereka yang penuh dengan harapan untuk segera tinggal di Wisma Hana. Wisma Hana sungguh sejak dan terbuka. Ini menjadi harapan kami bahwa para suster yang tinggal di rumah ini akan selalu terbuka dan mau menerima siapa saja dalam komunitas ini dengan segala kekurangan dan kelebihan mereka, sebagai anggota komunitas Wisma Hana. Harapan ini disampaikan oleh Suster Maria Robertin dalam sambutannya kepada para suster yang akan menjadi anggota komunitas ini. Selamat memasuki rumah baru, para suster yang terkasih!
(See more photos here.)
CONGREGATIONAL RENEWAL PARTICIPANTS
As part of the celebration of the 90 years of the presence of the Sisters of Notre Dame in Brasil, the calendar of activities offered an interprovince pilgrimage to Campos Novos. On May 19th, 2013, more than 80 Sisters of Notre Dame of the Holy Cross Province, Passo Fundo, and of the Province of Our Lady Aparecida, Canoas, went to this town which is a historical place for us because the third miracle recognized by the Church for the Canonization of Julie Billiart in 1969 happened here.
Holy Mass in the Shrine Our Lady Aparecida was the first moment of the program, which was very well organized by the sisters of the local community -- Sister Maria Salete Rech, Maria Selma Schwab and Sister Maria Antonia Bueno. It was transmitted by the local Radio. There we had the opportunity to speak about the life of Saint Julie and the Congregation of the Sisters of Notre Dame. Sister Maria Alcídia gave a significant message to the people. At the end of the Mass, we offered souvenirs to them: pictures of Saint Julie, medals and little books: “The Messenger of God’s Goodness”. On that same day, a girl was baptized and received the name Rosa Julie.
Click here to read more.
Dari tanggal 1 hingga 29 April 2013, Suster Mary Kristin dan Suster Mary Shauna melaksanakan visitasi di Provinsi Kristus Raja, Chardon, OH, AS. Selama kunjungan yang panjang di bulan ini, para suster berkumpul dalam kelompok 20 hingga 30 suster untuk berbagi dengan kami berbagai cara provinsi ini menanggapi pernyataan Kapitel Umum 2010 dan juga zaman yang selalu berubah di manapun kita hidup. Sr. M. Kristin dan Sr. M. Shauna menyaksikan karya-karya baik yang dikerjakan para suster di seluruh wilayah Cleveland – khususnya dii antara orang-orang miskin. Cleveland adalah salah satu kota termiskin di Amerika Serikat. Para suster telah berkomitmen kepada masyarakat di Cleveland dengan menyediakan pendidikan dan kepemimpinan yang berkualitas di dalam keuskupan. Perguruan Tinggi Notre Dame, adalah satu-satunya perguruan tinggi yang disponsori oleh Kongregasi, untuk melanjutkan penyediaan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda yang jumlahnya terus meningkat. Kekuatan doa para suster yang tinggal di pusat perawatan dan di ruang rawat bantu di bangunan sayap rumah provinsi sungguh nyata terlihat oleh setiap orang yang datang mengunjungi provinsi ini. Sungguh menjadi gambaran kebijaksanaan! Visitasi ini merupakan waktu yang saling memperkaya baik suster yang mengunjungi maupun para suster di Provinsi Chardon.
Terkejut bertemu kembali di Casa Madre. Suster Mary Joell Overman dari Covington, KY, AS, pemimpin umum kami dari tahun 1986 hingga 1998, tiba di Roma tanggal 11 Mei dalam persiapan untuk pelayanannya di pusat spiritualitas yang baru di Coesfeld. Beliau sementara bekerja bersama Suster Maria Julindis dan Suster Mary Sreeja, yang akan mendampingi kursus pertama spiritualitas dari tanggal 27 Mei hingga 17 Juni. Sebelum beliau datang, sama sekali tidak diketahuinya bahwa tiga hari sesudah kedatangannya, Suster Maria Mechtilde Kotterik dari Jerman, yang juga bagian dari kepemimpinan umum bersamanya, akan datang ke Roma untuk melewati liburan beberapa hari di Rumah Induk. Sungguh reuni yang membahagiakan!
Pada tanggal 14 Mei 2013, kami mengucapkan selamat jalan kepada Suster Mary Jaculin Manders dari Provinsi Toledo, OH, AS. Suster M. Jaculin datang ke Rumah Induk pada bulan September 2011 untuk membantu dengan tugas di kearsipan, pelatihan komputer dan pelajaran Bahasa Inggris. Kemudian beliau diminta untuk membantu dalam proyek menyiapkan website yang baru dan berperan sebagai webmaster atau pengelola web dalam bulan-bulan permulaan. Maka Suster Mary Jaculin mengusahakan dengan berbagai ketrampilannya dalam pelayanan di rumah induk dan kongregasi dan memberi semangat kegembiraan dalam komunitas ini. Oleh karena masalah di bagian lututnya, maka beliau sekarang kembali ke Toledo untuk operasi penggantian sendi lutut, dan bila “kuat dan sanggup” lagi, maka petualangan berikutnya sudah tersedia baginya: beliau ditugaskan ke Papua Nugini dan membantu para suster di sana untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam Bahasa Inggris, teknologi komputer dan administrasi. Terimakasih atas kehadiranmu di tengah kami, Suster Mary Jaculin yang terkasih, kami mengiringi dengan doa-doa untuk dalam menerima apa yang terjadi di masa depan.
Easter with the Youth of Peru
We still keep an eco of the Easter celebration in our heart. It was beautiful here in Peru! In our mission we always have opportunities of new experiences. The celebration of Easter was a gratifying experience. Every year, during the Paschal triduum, the Pontifical Missionaries Works (PMW) organize the Easter celebration for the youth in different Dioceses of Peru. In order to participate in this celebration we invite young people from different areas, especially those whose experience of faith is not so strong. As Archdiocesan Coordinator of the PMW of Trujilo, Sister Maria Roselaine, SND, shared in the coordination and the organization of the event. There were different activities for the youth such as times of formation and reflection regarding the Paschal mystery, games and dynamics of integration, celebration of the Sacrament of Reconciliation and the Eucharist. The 435 participants were divided into five groups, and each group received the name of a continent. There were 46 university students who also participated in those five groups and were responsible for their coordination. It was amazing to see the enthusiasm and the joy of these coordinators. Thanks to the action of the Holy Spirit and to the engagement of each young person, the Easter celebration was a success. On Holy Thursday we started the celebration and all of them were animated and showing great disposition to participate. On Holy Saturday we concluded the celebration with the presence of 350 young people. This high number of participants at the end of the celebration showed their great perseverance, since every day they needed to go back home to sleep and return on the following day. We could feel in these young ones great thirst for God and sensibility for the things of God. It was a great joy to see how many participated during the whole celebration. Now we are challenged to help them to continue on their journey of faith. We recommend them to the prayers of the sisters. This is Mission! We are here engaged in the mission and you are there, like Moses, continually lifting up your arms and your hearts in prayer, asking the blessings of God.
Tamu Khusus
Jika anda sudah biasa mendengar Word on Fire Ministry (lihat www.wordonfire.org) dan seri DVD tentang Catholicism dan pasti anda tahu Pastor Robert Barron. DVD beliau telah ditonton secara luas di seluruh Amerika dan segera akan tersedia dalam beberapa bahasa disamping bahasa Inggris. Di Rumah Induk kami sementara menonton satu set DVD Catholicism ini sepanjang Tahun Iman dan sungguh menikmatinya. Kami mengetahui bahwa Pastor sedang berada di Roma dengan stasiun TV NBC News untuk menjadi komentator mengenai peristiwa-peristiwa seputar Konklaf dan Inagurasi Paus Fransiskus. Suster M. Kharita, salah satu anggota komunitas Rumah Induk yang mengikuti website serta blog pastor ini, memunculkan ide untuk mengundang Pastor dalam makan malam bersama. Didukung oleh anggota komunitas lainnya, dengan bantuan Suster M. Shauna, ia mengirim undangan kepada Pastor Barron melalui email. Betapa senangnya ketika Pastor menanggapi dan beliau mau datang untuk makan malam bersama kami. Maka pada tanggal 17 Maret kami sungguh mendapat penghormatan untuk menyambut kehadirannya. Suster M. Elke dan Suster M. Kharita menjemput Pastor di hotel tempat beliau menginap dan mengantarnya ke Rumah Induk. Seluruh komunitas menikmati percakapan “saat-saat menggembirakan” yang panjang bersama Pastor dan menjadi tahu mengenai hal-hal dan informasi menarik mengenai pembuatan film dari seri DVDnya. Sesudah menikmati sajian makan malam pizza supper dengan kue-kue special hari peringatan St. Patrick yang dibuat oleh Suster Linda Marie, Pastor mengatakan pada kami bahwa beliau 100% orang Irish dan menyukai dekorasi pada hari pesta St. Patrick ini. Kami pun mengundang Pastor untuk datang berkunjung kapanpun beliau berada di Roma. Beliau juga menikmati kebersamaan malam ini dan tentu bersedia datang ke tempat kami.
Karya Baru di lahan Rumah Induk
Pada tanggal 7 Januari 2013, hari pertama sekolah sesudah liburan Natal, sebuah kelompok anak-anak yang bersemangat bergerak masuk ke area kita. Sebagaimana dalam surat tertanggal 9 April 2012 Suster Mary Kristin menulis, sebuah “Sekolah Baru” disamping kita telah lama tertarik untuk menyewa sebagian lahan di belakang yang berbatasan dengan sekolah mereka. “Sekolah Baru”itu adalah sebuah sekolah berbahasa Inggris, yang melayani kebutuhan komunitas internasional di Roma dengan menyediakan pendidikan model Inggris bagi murid usia 3 sampai delapan tahun.
Negosiasi telah menghantar mereka untuk menyewa tempat di rumah kaca kita yang kedua juga ruangan-ruangan dibawahnya. Rumah kaca itu dibongkar dan sebuah bangunan dengan bagian-bagian yang tinggal dipasang saja didirikan di tempat yang sama, sementara ruangan-ruangan dibawahnya dipasang jendela-jendela yang lebih besar sehingga sekarang terdapat empat ruangan kelas dengan tempat yang indah. Serta tiga ruangan laboratorium sains yang mendapat banyak pencahayaan dari luar. Dengan menggunakan batu-batu lama dari jalan kita yang masih tersimpan di sana, tempat yang tidak terawat bersebelahan dengan rumah kaca kita telah diubah menjadi tempat bermain anak-anak. Sementara cuaca semakin hangat, meja-meja kayu dan kursi mulai dipasang.
Sungguh menyenangkan melihat anak-anak murid disekitar kita, dan kami senang bahwa tempat yang tidak kita gunakan itu dapat digunakan untuk tujuan pendidikan – sejalan dengan salah satu karya tradisi kita yang berharga.
Suster-suster Notre Dame membagikan pengalaman persiapan untuk Hari Orang Muda Sedunia - Rio 2013
"Datang Dan Lihatlah" pengalaman di Uganda
Para peserta yang sedang “mencari” ini, berdoa bersama para suster dan para calon,serta berbagi pengalaman hidup bersama. Kami berjanji kepada para peserta untuk terus mendoakan mereka dalam melanjutkan disermen mereka. Saat ini kita mempunyai lima suster profesi sementara, enam novis, enam postulan dan sepuluh calon. Misi di Uganda sungguh diberkati Tuhan dalam delapan tahun terakhir ini dan kita terus memohon agar Tuhan tetap memberkati kita di tahun-tahun mendatang.
Picture 1: Suster Mary Rosaria, Suster Mary Sunday, dan Suster Mary Immaculate melihat jadwal hari itu; Picture 2: Suster Mary Rosaria, para calon kami dan para pemudi dalam kegiatan “Datang dan Lihatlah” (pencari) sedang menyiapkan makanan yang lezat; Picture 3: Suster Mary Colette sedang berdiskusi dengan salah satu peserta; Picture 4: Beberapa foto para pemudi dalam kegiatan “Datang dan Lihatlah” dalam salah satu acara presentasi