19 Juni 2013


CONGREGATIONAL RENEWAL PROGRAM UNDERWAY


The “first” of a series of congregational renewal groups has gotten underway in May 2013, when the sister participants were welcomed to Haus Ludgerirast, a Benedictine Abbey in Gerleve, approximately 10 minutes from Kloster Annenthal. 
Upon invitation from Sister Mary Kristin, Superior General, eight sisters, coming from India, Indonesia, Papua New Guinea and Tanzania were privileged to participate in a congregational renewal program in relationship to a General Chapter 2010 document. The purpose of the three week program is twofold: to submerge the participants into an intense study and reflection on our SND spirituality, and to train them to be facilitators for on-going renewal programs in their home province/delegation. 
The renewal program consists of a twelve day workshop entitled, “Missioned to Incarnate the Love of our Good and Provident God,” and a seven day retreat following the theme, “Tree of Life.”  In this scripture-based program, the themes explore our spiritual and historical roots in the light of today’s realities as Sisters of Notre Dame.  The program content is designed to allow for personal growth of each sister participant in our SND spirituality through a variety of experiences. 
This first program was guided by a team of three sisters:  Sisters Maria Julindis and Mary Sreeja, Assistants General, and Sister Mary Joell Overman. 
In addition to the workshop sessions, highlights of the three week experience included: 
  • Participating in the outdoor celebration of the Feast of Corpus Christi on Thursday, May 30th at Kloster Annenthal. On this occasion, the special collection taken up was given towards the support of our foundations in Tanzania. 
  • Visiting St. Lamberti Church and praying before the Coesfeld Cross.
  • Making the Coesfeld Way of the Cross.
  • Experiencing our “roots” in coming to know our sisters in Kloster Annenthal, Coesfeld, beginning with a Sunday morning liturgy, breakfast, the noon meal and afternoon coffee.
  • Enjoying afternoon coffee and fresh strawberry cake with our sisters in nearby Nottuln.
The program was concluded on June 15.2013, and the sister participants return to their home provinces/delegation with enthusiasm and renewed spirit - eager to share their experiences.





Mengingat saudari sepupu kita


Hari ini tanggal 31 Mei, kita berdoa dengan penuh syukur atas dua Kongregasi Suster-suster Notre Dame yang dari mereka kita berbagi kharisma St. Yulia Billiart, yaitu pengalaman mendalam akan kebaikan Allah: “Ah, qu’il est bon, le bon Dieu!”
Pada waktu itu Uskup Münster, yang pada saat perpisahan para Suster Notre Dame Coesfeld dari  para Suster Notre Dame Amersfoort, mengusulkan agar sebagai tanda persatuan  yang tidak akan berakhir, pada hari yang ditentukan, semua suster memberi komuni satu sama lain. Mère Marie Joseph memilih tanggal 31 Mei karena pada hari itu para suster pertama dari Amersfoort berangkat ke Coesfeld. Sekarag tertulis dalam Konstitusi bahwa  “ doa untuk Suster-suster Notre Dame Amersfoort dan Namur pada tanggal 31 Mei” adalah salah satu  “devosi-devosi doa tradisional kita” (bdk. Konst. Dir. 45.2). Betapa indahnya hari ini bahwa di seluruh belahan dunia kita saling mengingat satu sama lain bertepatan dengan pesta Visitasi Perawan Maria yang terberkati! Di sini anda dapat membaca surat Suster Mary Kristin yang yang ditulis untuk para suster di Namur dan Amersfoort atas nama kita semua.
Foto ini menunjukkan kepemimpinan umum dari tiga kongregasi SND dalam pertemuan mereka tahun 2012.




 


Berita terbaru di halaman ini….

  • Pentecost, 2013 Letter from Sr. M. Kristin (Reserved Area)
  • Annunciation, 2013 Letter from Sr. M. Kristin (Reserved Area)
  • Easter, 2013 Letter from Sr. M. Kristin (Go to Reserved Area)
  • March 19, 2013 Letter from Sr. M. Kristin (Go to Reserved Area)
  • Jubilee List 2013 (Go to Reserved Area)






Kunjungan ke Siena


Pada hari Sabtu tanggal 11 Mei, komunitas Rumah Induk mengadakan perjalanan ke Siena, tempat St. Katarina, salah satu wanita pujangga Gereja dan pelindung  Italia dan Eropa yang lahir tahun 1347. Kami dapat mengunjungi rumah tempat beliau tinggal juga sejumlah tempat di kota ini. Bersama-sama kami menuju ke Gereja San Domenico, tempat kepala St. Katarina dan ibu jarinya dapat dilihat, serta Duomo, yang terkenal dengan desain khas Italianya yaitu dengan lapisan garis berseling marmer putih dan hitam secara keseluruhan serta mosaik pada  bagian luar bangunannya juga dekorasi yang mewah di bagian dalam. Lapisan lantai marmer juga penuh hiasan dan cukup unik, menutupi seluruh lantai katedral.


Beberapa suster bertekad menaiki ratusan anak tangga di salah satu dari tiga menara yang ada di Siena, dimana dari tempat tersebut mereka melihat panorama seluruh kota dan sekitarnya, yang cukup luar biasa karena cuacanya hangat dengan langit yang bersih.


Hal lain yang menarik yaitu Piazza del Campo, sebuah lapangan terbuka di tengah kota tempat acara pacuan kuda tahunan yang disebut “Palio” berlangsung pada tanggal 2 Juli dan 16 Agustus. Dengan mengenakan busana tradisional dan membawa lambang mereka, penduduk dari 17 wilayah di kota ini  berpartisipasi dalam parade, dan sesudah itu 10 di antara mereka diwakili oleh kuda dan penunggangnya ikut dalam pacuan yang menjadi puncak acara hari itu. Kebanyakan dari kami telah menonton parade dan pacuan kuda itu melalui TV, dan sekarang kami membayangkan dengan lebih jelas Lapangan tempat pacuan itu berlangsung.


Untuk kebanyakan dari kami mengakhiri hari di sana  dengan es krim Italia yang lezat, dan kami kembali ke Roma dengan kenangan indah akan salah satu harta berharga abad pertengahan dari Italia.






Sebelas pemudi memulai Program Pembinaan Internasional di Filipina


Pada tanggal 8 April  2013, sebelas pemudi yang berkeinginan untuk bersama bergabung dalam jalan hidup sebagai Suster-suster Notre Dame memulai program baru pembinaan di Kota Iloilo, Filipina. Didampingi oleh pemimpin mereka, tiga pemudi dari Indonesia, satu dari Papua Nugini, empat dari Korea Selatan, dan tiga dari Vietnam tiba di komunitas mereka yang baru, tempat mereka akan tinggal selama tahun kedua masa postulan mereka. Mereka masing-masing telah tinggal bersama Suster-suster Notre Dame di negaranya masing-masing selama tahun pertama masa postulan mereka, yang secara bertahap diperkenalkan kepada hidup religius. Di Iloilo, untuk enam bulan pertama yang terutama akan digunakan untuk studi intensif bahasa Inggris, diikuti Sejarah Dunia, Sejarah Gereja, Sejarah Kongregasi dan dasar-dasar katekese juga persiapan untuk memasuki novisiat.


Sesudah tiba, rintangan pertama dalam komunikasi dalam bahasa asing secara cepat diatasi dengan kasih dan tawa yang sungguh dialami dan diusahakan setiap pribadi. Suster Marie Susanna dan Suster Maria Yoanita, dan para suster yang bertanggungjawab dalam program pembinaan, telah bekerja keras menyiapkan rumah pembinaan itu. Para postulan akan berbagi ruang tidur untuk tiga orang dan bergantian memasak untuk kelompok ini.


Ibadat khusus menandai pembukaan resmi pembinaan ini dibuat dalam nuansa keinternasionalan, dengan memohon bimbingan Roh Kudus dan kidung Maria dalam berbagai bahasa. Semoga setiap postulan mengalami damai dan kegembiraan dengan memperdalam relasi mereka dengan Yesus Kristus.


Foto-foto tersedia disini.





Anggota baru di Komunitas rumah induk


Pada tanggal 26 Maret 2013, para suster di Casa Madre menyambut Suster Marie So-Wha Kwak dari Korea Selatan di tengah-tengah mereka. Sebagaimana Suster Mary Kristin telah menulis dalam suratnya tanggal 19 Maret 2013, Suster Marie So-Wha akan mengambil alih tanggungjawab sebagai webmaster atau pengelola website snd1.org  kita, yang akan diluncurkan secara resmi di musim semi ini. Suster sudah mulai bekerja bersama Suster Mary Jaculin, yang akan kembali ke Toledo bulan Mei ini. Baru-baru ini Suster Marie So-Wha bertugas sebagai sekretaris provinsi di provinsi Incheon, Korea Selatan, dan menjadi penerjemah di kapitel umum yang lalu serta dalam berbagai pertemuan internasional. Selamat datang di Roma dan di Casa Madre, Suster Marie So-Wha yang terkasih!



Terimakasih atas doa-doanya!


Sebagian besar suster SND pasti mengenal Suster Mary Shobana, salah satu misionaris India di Tanzania, Afrika, diserang oleh tiga orang bersenjata dalam perjalanan pulang dari bank pada hari Sabtu, 16 Maret. Mereka menembaknya di bagian lengan kiri dan kaki. Tiga butir peluru telah diambil dari tubuhnya ini pada hari Sabtu.
Pada hari Minggu malam, Suster Mary Sreeja, asisten umum dari India, berangkat menuju  Tanzania untuk mendukung para suster di sana di saat-saat berat ini, Beliau tiba di sana pada hari Senin sekitar pukul 1 siang dan segera berangkat ke Rumah Sakit untuk menjenguk Suster M. Shobana.
Lengan kanan atas Suster M. Shobana terdapat luka akibat satu peluru. Untunglah bahwa peluru itu hanya melintas lengannya tanpa menghancurkan tulangnya. Bagian ini akan sembuh. Kaki kiri bagian bawah lutut mengalami dua tembakan yang meretakkan kakinya serta meninggalkan luka akibat peluru tersebut. Untuk bagian ini beliau membutuhkan operasi.
Pagi ini, hari Selasa, Suster Satya dan Suster Sreeja bersama seorang asisten medis professional dapat menemani Sr. M. Shobana dalam penerbangan bersama dari Arusha ke Nairobi, Kenya. Sesudah menjalani CT scan di Rumah Sakit Universitas Agha Khan di Nairobi dan beberapa tes medis, tidak ditemukan infeksi dan pembekeuan darah. Maka diputuskan untuk melakukan operasi besok Rabu jam 9 pagi.
Suster Mary Shobana dan seluruh suster di Tanzania dan Kenya sungguh terharu dengan segala perhatian dan keprihatinan yang diberikan oleh para sahabat, rekan kerja, Semua Suster Notre Dame di seluruh dunia dan lain-lain. Mereka mengucapkan terimakasih atas perhatiannya dan mohon untuk terus mendoakan.

 

20 Maret: Operasi Suster M. Shobana ditunda karena para dokter menemukan beberapa hal medis yang perlu ditangani terlebih dahulu. Kami akan terus memberi informasi mengenai perkembangan situasi ini.


Tanggal 23 Maret 2013: Kami menerima berita bahwa Suster Mary Shobana bisa menjalani operasi pada kakinya hari Jumat kemarin. Segalanya berjalan lancar dan kita terus mempercayakan suster kita ini  kepada kekuatan penyembuhan dari Allah.







Pelatihan bagi para pembina


Sebagaimana Suster Mary Kristin telah menulis dalam surat tertanggal 15 Januari 2013, ada dua suster yang akan bertanggungjawab di tempat pembinaan yang baru di Iloilo, Filipina, yaitu  Suster Marie Susanna (Incheon) dan Suster Maria Yoanita (Pekalongan) yang datang ke Roma untuk menjalani pelatihan. Suster Maria Klaudia (Pekalongan), pemimpin komunitas di Iloilo, juga ikut bersama mereka. Suster Maria Alcidia, asisten umum yang bertanggungjawab untuk pembinaan, mengkoordinasi kegiatan ini. Mereka telah menjalani sesi interaktif dengan Suster Mary Patricia Dorobek, koordinator untuk Keadilan, Damai dan Keutuhan Ciptaan, dan mereka mendapat banyak masukan mengenai hal-hal yang penting dalam program pembinaan untuk para postulan.


Pada tanggal 16 dan 17 Februari, Suster Mary Kristin memberi pelatihan kepemimpinan kepada mereka dan juga kelompok para suster di Rumah induk yang berusia di bawah 60 tahun. Para suster sangat senang mempelajari berbagai gaya kepemimpinan, dialog kontemplatif, perbedaan budaya dan berbagai topik lainnya, ada waktu sharing dan mempraktekkan pelatihan ini penuh semangat.


Hingga tanggal 16 Maret, kedua suster pembina ini bersama Suster Maria Klaudia akan mengadakan pertemuan dengan anggota kepemimpinan umum dan administrasi, yang akan memberikan masukan beberapa hal penting berkaitan dengan masa pembinaan.


Foto 1: Suster Maria Yoanita, Maria Klaudia, Maria Alcidia, Marie Susanna dan Mary Patricia Dorobek
Foto 2: Para suster peserta pelatihan kepemimpinan






Pemberkatan Wisma Hana

Indonesia

Setelah melewati perencanaan dan kerja yang panjang Wisma Hana, yang akan menjadi rumah bagi para Suster lansia selesai dikerjakan. Pemberkatan rumah baru ini dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2013. Misa Kudus dipersembahkan oleh Romo  Sheko pada pukul 5 sore, di halaman depan Wisma Hana.

Suster Mary Robertin, Pemimpin Provinsi Bunda Penasehat yang Baik, menyediakan Wisma Hana sebagai kediaman para Suster lansia, dengan harapan agar para Suster dapat menghidupi semangat Nabi Hana, yang sepanjang hidupnya tinggal di Bait Allah, berdoa dan menantikan datangnya Penyelamat.

Dalam kotbahnya Romo Sheko juga mengungkapkan harapan agar para suster dapat menikmati tinggal di  Wisma Hana dengan sukacita. Beliau juga mengatakan bahwa para suster memiliki semangat yang sama, walaupun mereka tidak pernah memilih atau meminta dengan siapa mereka akan tinggal bersama. Para suster dapat melihat kebersamaan disini sebagai pemberian dari Tuhan sebagaimana Tuhan telah memilih mereka dan menempatkan mereka dalam komunitas ini. Sesudah homili, Romo berjalan keliling untuk memberkati rumah, sementara para suster berdoa Rosario

Sesudah misa, Romo memberkati “tumpeng” dan sesudahnya Suster Maria Robertin memotong tumpeng itu dan memberikan kepada panitia yang membantu kita dalam membangun Wisma Hana sebagai tanda “Terima Kasih” *. Sesudah perayaan, dilanjutkan dengan makan malam sederhana. Acara ini hanya dihadiri oleh para Suster, aspiran, dan Panitia Pembangunan. Walaupun acara makan malam  ini sangat sederhana namun semua sungguh menikmati hidangan yang disediakan.

Inilah beberapa dari para Suster yang akan menghuni Wisma Hana. Kita dapat melihat berbagai ekspresi di wajah mereka. Foto diambil selama misa dan pada saat makan malam. Kita dapat melihat wajah mereka yang penuh dengan harapan untuk segera tinggal di Wisma Hana.      

Wisma Hana sungguh sejak dan terbuka. Ini menjadi harapan kami bahwa para suster yang tinggal di rumah ini akan selalu terbuka dan mau menerima siapa saja dalam komunitas ini dengan segala kekurangan dan kelebihan mereka, sebagai anggota komunitas Wisma Hana. Harapan ini disampaikan oleh Suster Maria Robertin dalam sambutannya kepada para suster yang akan menjadi anggota komunitas ini.  

Selamat memasuki rumah baru, para suster yang terkasih!


(See more photos here.)



CONGREGATIONAL RENEWAL PARTICIPANTS


The photo shows (left to right):
Sister Mary Madhuja, Bangalore; Sister Mary Vijaya, Patna; Sister Mary Sneha, Bangalore; Sister Mary Joell, Covington (Coordinator); Sister Mary Lalita, Arusha; Sister Mary Pushpa, Patna; Sister Maria Julindis, Coesfeld / Generalate (Coordinator); Sister Maria Kristiana, Pekalongan; Sister Mary Lilian, Kumdi; Sister Maria Laurensa, Pekalongan; Sister Mary Sreeja, Patna / Generalate (Coordinator)



90 YEARS IN BRASIL –
INTERPROVINCE PILGRIMAGE TO CAMPOS NOVOS, Santa Catarina


As part of the celebration of the 90 years of the presence of the Sisters of Notre Dame in Brasil, the calendar of activities offered an interprovince pilgrimage to Campos Novos. On May 19th, 2013, more than 80 Sisters of Notre Dame of the Holy Cross Province, Passo Fundo, and of the Province of Our Lady Aparecida, Canoas, went to this town which is a historical place for us because the third miracle recognized by the Church for the Canonization of Julie Billiart in 1969 happened here.

Holy Mass in the Shrine Our Lady Aparecida was the first moment of the program, which was very well organized by the sisters of the local community -- Sister Maria Salete Rech, Maria Selma Schwab and Sister Maria Antonia Bueno. It was transmitted by the local Radio. There we had the opportunity to speak about the life of Saint Julie and the Congregation of the Sisters of Notre Dame. Sister Maria Alcídia gave a significant message to the people. At the end of the Mass, we offered souvenirs to them: pictures of Saint Julie, medals and little books: “The Messenger of God’s Goodness”. On that same day, a girl was baptized and received the name Rosa Julie.  

Click here to read more.







Visitasi Umum di Chardon, AS


Dari tanggal 1 hingga 29 April 2013, Suster Mary Kristin dan Suster Mary Shauna melaksanakan visitasi di Provinsi Kristus Raja, Chardon, OH, AS. Selama kunjungan yang panjang di bulan ini, para suster berkumpul dalam kelompok 20 hingga 30 suster untuk berbagi dengan kami berbagai cara provinsi ini menanggapi pernyataan Kapitel Umum 2010 dan juga  zaman yang selalu berubah di manapun kita hidup. Sr. M. Kristin dan Sr. M. Shauna menyaksikan karya-karya baik yang dikerjakan para suster di seluruh wilayah Cleveland – khususnya dii antara orang-orang miskin. Cleveland adalah salah satu kota termiskin di Amerika Serikat. Para suster telah berkomitmen kepada masyarakat di Cleveland dengan menyediakan pendidikan dan kepemimpinan yang berkualitas di dalam keuskupan. Perguruan Tinggi Notre Dame, adalah satu-satunya perguruan tinggi yang disponsori oleh Kongregasi, untuk melanjutkan penyediaan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda yang jumlahnya terus meningkat. Kekuatan doa para suster yang tinggal di pusat perawatan dan di ruang rawat bantu di bangunan sayap rumah provinsi  sungguh nyata terlihat oleh setiap orang yang datang mengunjungi provinsi ini. Sungguh menjadi gambaran kebijaksanaan! Visitasi ini merupakan waktu yang saling memperkaya baik suster yang mengunjungi maupun para suster di Provinsi Chardon.




Dua Sahabat Lama

 

Terkejut bertemu kembali di Casa Madre. Suster Mary Joell Overman dari Covington, KY, AS, pemimpin umum kami dari tahun 1986 hingga 1998, tiba di Roma tanggal 11 Mei dalam persiapan untuk pelayanannya di pusat spiritualitas yang baru di Coesfeld.  Beliau  sementara bekerja bersama Suster Maria Julindis dan Suster Mary Sreeja, yang akan mendampingi kursus pertama spiritualitas dari tanggal 27 Mei hingga 17 Juni. Sebelum beliau datang, sama sekali tidak diketahuinya bahwa tiga hari sesudah kedatangannya, Suster Maria Mechtilde Kotterik dari Jerman, yang  juga bagian dari kepemimpinan umum bersamanya, akan datang ke Roma untuk melewati liburan beberapa hari di Rumah Induk. Sungguh reuni yang membahagiakan!



Suster Mary Jaculin kembali ke Toledo


Pada tanggal 14 Mei 2013, kami mengucapkan selamat jalan kepada Suster Mary Jaculin Manders dari Provinsi Toledo, OH, AS. Suster M. Jaculin datang ke Rumah Induk pada bulan September 2011 untuk membantu dengan tugas di kearsipan, pelatihan komputer dan  pelajaran Bahasa Inggris. Kemudian beliau diminta untuk membantu dalam proyek menyiapkan website yang baru dan berperan sebagai webmaster atau pengelola web dalam bulan-bulan permulaan. Maka Suster Mary Jaculin mengusahakan dengan berbagai ketrampilannya dalam pelayanan di rumah induk dan kongregasi dan memberi semangat kegembiraan dalam komunitas ini. Oleh karena masalah  di bagian lututnya, maka beliau sekarang kembali ke Toledo untuk operasi penggantian sendi lutut, dan bila  “kuat dan sanggup” lagi, maka petualangan berikutnya sudah tersedia baginya: beliau ditugaskan ke Papua Nugini dan membantu para suster di sana untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam Bahasa Inggris, teknologi komputer dan administrasi. Terimakasih atas kehadiranmu di tengah kami, Suster Mary Jaculin yang terkasih, kami mengiringi dengan doa-doa untuk dalam menerima apa yang terjadi di masa depan.






Easter with the Youth of Peru


We still keep an eco of the Easter celebration in our heart. It was beautiful here in Peru! In our mission we always have opportunities of new experiences.
The celebration of Easter was a gratifying experience. Every year, during the Paschal triduum, the Pontifical Missionaries Works (PMW) organize the Easter celebration for the youth in different Dioceses of Peru. In order to participate in this celebration we invite young people from different areas, especially those whose experience of faith is not so strong. 
As Archdiocesan Coordinator of the PMW of Trujilo, Sister Maria Roselaine, SND, shared in the coordination and the organization of the event. There were different activities for the youth such as times of formation and reflection regarding the Paschal mystery, games and dynamics of integration, celebration of the Sacrament of Reconciliation and the Eucharist.
The 435 participants were divided into five groups, and each group received the name of a continent. There were 46 university students who also participated in those five groups and were responsible for their coordination. It was amazing to see the enthusiasm and the joy of these coordinators. Thanks to the action of the Holy Spirit and to the engagement of each young person, the Easter celebration was a success. 
On Holy Thursday we started the celebration and all of them were animated and showing great disposition to participate. On Holy Saturday we concluded the celebration with the presence of 350 young people. This high number of participants at the end of the celebration showed their great perseverance, since every day they needed to go back home to sleep and return on the following day.
We could feel in these young ones great thirst for God and sensibility for the things of God. It was a great joy to see how many participated during the whole celebration. Now we are challenged to help them to continue on their journey of faith. We recommend them to the prayers of the sisters. This is Mission! We are here engaged in the mission and you are there, like Moses, continually lifting up your arms and your hearts in prayer, asking the blessings of God.







Tamu Khusus


Jika anda sudah biasa mendengar Word on Fire Ministry (lihat www.wordonfire.org) dan seri DVD tentang Catholicism dan pasti anda tahu Pastor Robert Barron.  DVD beliau telah ditonton secara luas di seluruh Amerika dan segera akan tersedia dalam beberapa bahasa disamping bahasa Inggris.  Di Rumah Induk kami sementara menonton satu set DVD Catholicism ini sepanjang Tahun Iman dan sungguh menikmatinya. Kami mengetahui bahwa Pastor sedang berada di Roma dengan stasiun TV NBC News  untuk menjadi komentator mengenai peristiwa-peristiwa seputar Konklaf dan Inagurasi Paus Fransiskus. Suster M. Kharita, salah satu anggota komunitas Rumah Induk yang mengikuti website serta blog pastor ini, memunculkan ide untuk mengundang Pastor dalam makan malam bersama. Didukung oleh anggota komunitas lainnya, dengan bantuan Suster M. Shauna, ia mengirim undangan kepada Pastor Barron melalui email.  Betapa senangnya ketika Pastor menanggapi dan beliau mau datang untuk makan malam bersama kami. Maka pada tanggal 17 Maret kami sungguh mendapat penghormatan untuk menyambut kehadirannya. Suster M. Elke dan Suster M. Kharita menjemput Pastor di hotel tempat beliau menginap dan mengantarnya ke Rumah Induk. Seluruh komunitas menikmati  percakapan “saat-saat menggembirakan” yang panjang bersama Pastor dan menjadi tahu mengenai hal-hal dan informasi menarik mengenai pembuatan film dari seri DVDnya.  Sesudah menikmati sajian makan malam  pizza supper dengan kue-kue special hari peringatan St. Patrick yang dibuat oleh Suster Linda Marie, Pastor mengatakan pada kami bahwa beliau 100%  orang Irish dan menyukai dekorasi pada hari pesta St. Patrick ini.  Kami pun mengundang Pastor untuk datang berkunjung kapanpun beliau berada di Roma. Beliau juga menikmati  kebersamaan malam ini dan tentu bersedia datang ke tempat kami. 





Perayaan 125 tahun biara dan Liebfrauenschule di Mülhausen

Pada tanggal 21 Januari 1888, izin resmi diberikan untuk mendirikan sebuah “asrama yang bertujuan untuk pendidikan kaum mudi Katolik.” Sekolah ini yang perayaannya oleh para Suster Notre Dame dan komunitas Liebfrauenschule di Mülhausen dirayakan tahun ini bersama 1800 murid, yang awalnya dimulai dengan 18 murid. (Kutipan dari analen tahun 1888 yang bisa dilihat  disini.)
Bagi para suster di Mülhausen perayaan pesta ini dimulai pada tanggal 17 dengan ibadat harian pesta, dan dalam ibadat ini para suster mengenang mereka yang meletakkan pendirian biara dan sekolah ini baik secara rohani maupun materi serta semua yang telah memberi sumbangan selama 125 tahun ini. Mereka juga mengingat penuh syukur semua suster di seluruh dunia yang telah terlibat dalam mengembangkan karya ini lewat solidaritas dan dukungannya – walau dalam saat-saat yang sulit.
Di sekolah, pesta perayaan ini dimulai tanggal 21Januari dengan Misa Kudus di kapel biara, yang disiapkan oleh para murid. Temanya adalah “Mengenang – Memulai – Mencipta masa depan”. Dalam sambutan rohaninya, Sr. M. Mechtilde Kotterik menghubungkan dengan bacaan liturgi hari itu, menghubungkan panggilan Allah atas  Abraham (Kej 12: 1 ff) dengan panggilan Yesus atas para murid yang pertama (Mrk 1: 16-20), atas Yulie Billiart dan para suster yang mendirikan biara serta Liebfrauenschule di  Mülhausen tahun 1888.
Perayaan ulangtahun ini berlanjut di sekolah yang didekorasi pesta. Kepala sekolah menyambut para tamu yang hadir. Dengan penghargaan yang besar kepada kongregasi, beliau menunjukkan para suster yang telah membangun dan memelihara sekolah ini dalam saat-saat baik dan sulit karena mereka ingin memberi kontribusi pada pendidikan dan pembinaan kaum muda.

Ibu Annette Schavan, pada bulan Januari ini masih menjabat sebagai menteri pendidikan Jerman, menekankan dalam sambutan resminya mengenai tanggungjawab para suster di bidang pendidikan, khususnya bagi kaum wanita. Mengutip kata-kata Adolph Kolping bahwa “Mereka yang menunjukkan keberanian menyemangati orang lain”! menjadi semacam benang merah dalam sambutannya. Beliau memuji keberanian para religius wanita yang tidak surut untuk menghayati perutusan mereka, yaitu mengajar kaum muda untuk mengalami bahwa hidup yang berakar pada kepercayaan akan kasih Allah akan selalu berhasil.
Acara-acara yang menghibur disiapkan oleh berbagai kelompok. Berbagai adegan drama dan drama musikal dipentaskan dengan judul “Perjalanan manusia dari kesengsaraan menuju penebusan“. Kelompok orkes sekolah dan band musik terompet menyemarakkan perayaan dengan musik mereka. Di akhir acara semua menyanyikan atau memainkan musik dengan lagu hymne sekolah yang baru, sebagai acara akhir penghormatan atas perayaan pesta biara dan sekolah.





Karya Baru di lahan Rumah Induk


Pada tanggal 7 Januari  2013,  hari pertama sekolah sesudah liburan Natal, sebuah kelompok anak-anak yang bersemangat bergerak masuk ke area kita. Sebagaimana dalam surat tertanggal  9 April 2012 Suster Mary Kristin menulis,  sebuah “Sekolah Baru” disamping kita telah lama tertarik untuk menyewa sebagian lahan di belakang yang berbatasan dengan sekolah mereka. “Sekolah Baru”itu adalah sebuah sekolah berbahasa Inggris, yang melayani kebutuhan komunitas internasional di Roma dengan menyediakan pendidikan model Inggris bagi murid usia 3 sampai delapan tahun.


Negosiasi telah menghantar mereka untuk menyewa tempat di rumah kaca kita yang kedua juga ruangan-ruangan dibawahnya. Rumah kaca itu dibongkar dan sebuah bangunan dengan bagian-bagian yang tinggal dipasang saja didirikan di tempat yang sama, sementara ruangan-ruangan dibawahnya dipasang jendela-jendela yang lebih besar sehingga sekarang terdapat empat ruangan kelas dengan tempat yang indah. Serta tiga ruangan laboratorium sains yang mendapat banyak pencahayaan dari luar. Dengan menggunakan batu-batu lama dari jalan kita yang masih tersimpan di sana, tempat yang tidak terawat bersebelahan dengan rumah kaca kita telah diubah menjadi tempat bermain anak-anak. Sementara cuaca semakin hangat, meja-meja kayu dan kursi mulai dipasang.


Sungguh menyenangkan melihat anak-anak murid disekitar kita, dan kami senang bahwa tempat yang tidak kita gunakan itu dapat digunakan untuk tujuan pendidikan – sejalan dengan salah satu karya tradisi kita yang berharga.  






Suster-suster Notre Dame membagikan pengalaman persiapan untuk Hari Orang Muda Sedunia - Rio 2013


Peristiwa Internasional terbesar, WYD (World Youth Day) sudah di ambang pintu, yang akan diselenggarakan di Rio de Janeiro  tahun 2013 dengan kesadaran akan pentingnya peristiwa ini dalam pewartaan injil untuk kaum muda, kami mencari peluang untuk terlibat dalam peziarahan ini sebagai Suster-suster Notre Dame, aspiran,  dan kaum muda. Sr. Shirle Maria adalah anggota dari tim kaum muda di Komisi Kepemudaan Vikariat Canoas.

Kami terlibat dalam persiapan untuk kedatangan lambang-lambang WYD, Peziarahan Salib dan Ikon Bunda Maria. Dalam lima kali pertemuan kami merefleksikan tentang hidup Yesus yaitu: penjelmaan, kelahiran, kematian dan kebangkitan.


Pada bulan November kegiatan Bote Fé Canoas (Put Faith, Canoas) yang ke-3, dilaksanakan, yaitu sebuah kegiatan yang menandainya kedatangan Peziarahan Salib dan Ikon Bunda Maria di Vikariat Canoas. Dari jam 2 siang hingga 7 malam kami mengalami saat-saat berahmat bersama banyak kaum muda yang hadir dalam acara penyambutan lambang-lambang di tempat ziarah Santo Kristoforus. Sesudah misa, ada seminar dilanjutkan adorasi di hadapan Sakramen Mahakudus di tempat suci itu. Kemudian kami berpartispasi dalam prosesi lambang-lambang dengan berjalan kaki melewati jalan Guajuviras. Saat ini lambang-lambang tersebut dalam perjalanan di berbagai kota.

Di wilayah Santa Maria, tepatnya di tempat ziarah Bunda Maria Mediatrix, ribuan orang menanti untuk merayakan penerimaan lambang-lambang tersebut. Misa dipimpin oleh Uskup yang bertanggungjawab untuk Kaum Muda di Rio Grande do Sul, Irineu Gassen, dan konselebrasi bersama pastor-pastor yang hadir saat itu. Ungkapan iman dari kaum muda ini sangat menyentuh saat mereka tetap bertahan walau hujan dan dingin untuk terlibat dalam acara ini.





"Datang Dan Lihatlah" pengalaman di Uganda


Selama seminggu dari tanggal 6 Januari, empatbelas pemudi Uganda dari wilayah Kibaale, Masindi, Mbarara, Bushenyi, Kabarole dan Wakiso terlibat dalam kegiatan “Datang dan Lihatlah.” Para calon dan suster berkaul sementara mengadakan program ini. Selama seminggu ada berbagai presentasi mengenai panggilan hidup, sejarah, karya dan semangat para Suster Notre Dame yang diberikan dalam acara ini.

Para peserta yang sedang “mencari” ini, berdoa bersama para suster dan para calon,serta berbagi pengalaman hidup bersama. Kami berjanji kepada para peserta untuk terus mendoakan mereka dalam melanjutkan disermen mereka. Saat ini kita mempunyai lima suster profesi sementara, enam novis, enam postulan dan sepuluh calon. Misi di Uganda sungguh diberkati Tuhan dalam delapan tahun terakhir ini dan kita terus memohon agar Tuhan tetap memberkati kita di tahun-tahun mendatang.



Picture 1
: Suster Mary Rosaria, Suster Mary Sunday, dan Suster Mary Immaculate melihat jadwal hari itu; Picture 2: Suster Mary Rosaria, para calon kami dan para pemudi dalam kegiatan “Datang dan Lihatlah” (pencari) sedang menyiapkan makanan yang lezat; Picture 3: Suster Mary Colette sedang berdiskusi dengan salah satu peserta; Picture 4: Beberapa foto para pemudi dalam kegiatan “Datang dan Lihatlah” dalam salah satu acara presentasi



Login